Kultum : Akhlak Bermedia Sosial

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنا لنهتدي لولا أن هدانا الله، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين.

Amma ba’du.

Hadirin jamaah yang dirahmati Allah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Swt. atas segala nikmat-Nya yang tiada terhingga, terutama nikmat iman, Islam, serta kesempatan untuk berkumpul dalam majelis ilmu yang penuh keberkahan ini. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya yang setia mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman.

Pada kesempatan kali ini, mari kita bersama-sama merenungkan sebuah tema yang sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini, yaitu "Akhlak Bermedia Sosial."

Media Sosial: Pedang Bermata Dua

Hadirin yang dirahmati Allah,

Di era digital ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Dengan sekali klik, kita dapat terhubung dengan siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Media sosial dapat menjadi sarana dakwah, silaturahmi, serta penyebaran ilmu yang bermanfaat. Namun, di sisi lain, media sosial juga bisa menjadi sumber fitnah, perpecahan, dan dosa jika tidak digunakan dengan akhlak yang baik.

Allah Swt. berfirman dalam Al-Qur'an:

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
"Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)." (QS. Qaf: 18)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap perkataan kita, baik lisan maupun tulisan di media sosial, selalu dicatat oleh malaikat. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam berkomunikasi di dunia maya agar tidak terjerumus dalam dosa.

Akhlak yang Harus Dijaga dalam Bermedia Sosial

  1. Menjaga Lisan dan Jari dari Ucapan yang Buruk
    Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
    "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

    Di media sosial, "lisan" kita adalah jari-jari yang mengetik. Jangan sampai kita menggunakan media sosial untuk menghina, mencaci, atau menyebarkan kebencian. Jika kita tidak bisa menulis sesuatu yang baik, lebih baik diam dan tidak mengetik apa pun.

  2. Tidak Menyebarkan Berita Hoaks
    Allah Swt. berfirman:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
    "Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah (kebenarannya)..." (QS. Al-Hujurat: 6)

    Sebelum membagikan berita di media sosial, kita harus memastikan kebenarannya agar tidak menjadi penyebar kebohongan dan fitnah. Jangan mudah percaya pada berita yang belum jelas sumbernya, karena bisa merusak persaudaraan dan menimbulkan perpecahan.

  3. Menghindari Ghibah dan Fitnah
    Rasulullah ﷺ bersabda:
    "Tahukah kalian apa itu ghibah? Yaitu engkau menyebut sesuatu tentang saudaramu yang ia tidak sukai." (HR. Muslim)

    Ghibah (menggunjing) dan fitnah sering terjadi di media sosial, baik dalam bentuk komentar, status, maupun video. Jangan sampai kita menjadi penyebab tersebarnya aib orang lain, karena hal itu termasuk dosa besar.

  4. Menggunakan Media Sosial untuk Kebaikan
    Islam mengajarkan kita untuk selalu menebar kebaikan di mana pun, termasuk di media sosial. Gunakan media sosial untuk menyebarkan ilmu, motivasi, dan pesan-pesan yang bermanfaat. Rasulullah ﷺ bersabda:
    "Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim)

  5. Menjaga Privasi dan Kesopanan
    Jangan sembarangan membagikan informasi pribadi yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain. Selain itu, jaga adab dalam berinteraksi di media sosial dengan selalu bersikap sopan dan menghormati orang lain, baik yang sependapat maupun yang berbeda pendapat.

Dampak Buruk Jika Tidak Menjaga Akhlak di Media Sosial

Hadirin yang dirahmati Allah,

Jika kita tidak menjaga akhlak dalam bermedia sosial, dampaknya bisa sangat buruk, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, kita bisa kehilangan teman, merusak hubungan keluarga, atau bahkan berurusan dengan hukum karena ujaran kebencian dan penyebaran hoaks. Sementara di akhirat, kita harus mempertanggungjawabkan setiap tulisan dan perkataan kita di hadapan Allah Swt.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhoi Allah tanpa ia sadari, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Sebaliknya, seorang hamba mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah tanpa ia sadari, maka ia akan dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan dan Penutup

Hadirin sekalian,

Sebagai umat Islam, kita harus menjadikan media sosial sebagai sarana untuk menebar kebaikan, bukan keburukan. Jaga lisan dan jari kita dari kata-kata yang menyakitkan, jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks, hindari ghibah dan fitnah, serta selalu bersikap sopan dan santun dalam berinteraksi.

Semoga Allah Swt. senantiasa membimbing kita agar selalu menggunakan media sosial dengan akhlak yang baik dan penuh tanggung jawab.

وَبِاللَّهِ التَّوْفِيقُ وَالْهُدَى، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ




ORDER VIA CHAT

Produk : Kultum : Akhlak Bermedia Sosial

Harga :

https://www.abufariz.com/2025/03/kultum-akhlak-bermedia-sosial.html

ORDER VIA MARKETPLACE

Diskusi